www.greempanks.com greempanks1010@gmail.com

Minggu, 30 Agustus 2009

ROCK CLIMBING

08.38

Share it Please


ROCK CLIMBING

ETIKA DALAM DUNIA PANJAT TEBING

Dalam dunia panjat, kita mempunyai beberapa etika yang harus dipatuhi oleh setiap orang yang berkecimpung di dunia panjat.

Etika-etika tersebut adalah :

a. Dalam Pembuatan Rute atau Problem Baru

- jangan merubah permukaan tebing

- memahat (chip) bebatuan untuk alasan apapun

- mengelem batu di di muka tebing

- menggosok permukaan tebing secara agresif dan berlebihan

- Pemasangan proteksi permanen (bolts hanger) dilakukan apabila rute tersebut sudah tidak bisa dipanjat secara tradisional dengan menggunakan alat pengaman yang bisa dipasang-lepas.

- Penggunaan hanger yang warnanya sesuai dengan warna jenis batuan tebing akan lebih baik.

- Penggunaan bor manual (menggunakan tangan) dibeberapa tempat lebih disukai ketimbang penggunaan bor mesin (menggunakan baterei) karena suaranya yang sangat bising.

b. Ketika bersiap dan sedang manjat

- Dapatkan informasi yang up-to-date sebanyak mungkin mengenai tebing dan lokasi pemanjatan jauh-jauh hari sebelum perjalanan dimulai.

- Jika ada penutupan akses ke tebing panjat, jangan dilanggar dan cari tempat lain untuk dipanjat..

- Gunakan jalan setapak yang sudah ada meskipun lebih jauh dan lebih lama untuk dicapai. Jangan membuat jalan pintas baru yang hanya akan mengakibatkan timbulnya erosi tanah.

- Berkemahlah ditempat yang telah disediakan atau yang biasa digunakan.

- Buang air di WC, minimal harus 10 meter dari sumber air/ sungai. Kalo enggak ada WC, gali lubang 30cm untuk buang air besar.

- Jangan bikin berising lingkungan sekitar, tinggalkan bombox/ cd player dan radio dirumah.

- Gunakan kapur magnesium seperlunya.

- Jangan rapel langsung melingkarkan tali kernmantel ke pohon melainkan gunakan sling yang didikatkan ke pohon.

- Turuti aturan, tradisi, etika kampung sekitar dimana lokasi pemanjatan, Hormati kuncen atau kepala desa, dan ramah tamahlah dengan penduduk sekitar.

- Tetaplah berpenampilan low profile.

- Hormati dan hargailah sesama pemanjat:

- Jangan memonopoli rute. Kalau sudah selesai manjat jangan membiarkan tali tergantung dirute yang sudah dipanjat, melainkan persilahkan pemanjat lain untuk menggunakan rute tersebut.

- Pemanjat yang mau leading harus didahulukan dari pemanjat yang mau toproping

- Jangan bilang ke pemanjat lain bahwa tingkat kesulitan rute tertentu lebih mudah dari yang sebenarnya (dikenal dengan istilah "SANDBAG" atau "SANDBAGGING"). Misalnya rute bernama HIGH BELL berkesulitan 5.11b tapi kamu bilang ke pemanjat lain rute tersebut berkesulitan 5.10. Pemberian informasi yang salah ini, baik disengaja ataupun tidak, dapat mengakibatkan kecelakaan terhadap pemanjat lain karena keterbatasan kemampuan memanjat mereka.

- Jika melihat pemanjat lain dalam keadaan berbahaya baik itu disadari atau tidak, segera bertindak dengan sopan dan berikan peringatan

- Jika terjadi kecelakaan berikanlah pertolongan sebisanya

- Hati-hati dengan tawaran belay atau peminjaman alat dari pemanjat yang baru sekali kamu kenal. Bisa terjadi tambang yang mereka pakai sudah sangat tua, atau pemasangan jangkar top-rope mereka yang salah dan berbahaya.

- Bergabunglah dengan organisasi Pemanjat Tebing dan aktif mengikuti kegiatan mereka terutama yang berhubungan dengan event bersih-bersih dan pelestarian lingkungan di area tebing panjat.

JENIS-JENIS PENDAKIAN DAN PEMANJATAN

Olah raga mendaki gunung sebenarnya mempunyai tingkat dan kualifikasinya. Seperti yang sering kita kenal dengan istilah mountaineering atau istilah serupa lainnya.

Menurut bentuk dan jenis medan yang dihadapi, mountaineering dapat dibagi sebagai berikut :

1. Hill Walking / Feel Walking

* Perjalanan mendaki bukit-bukit yang relatif landai. Tidak membutuhkan peralatan teknis pendakian. Perjalanan ini dapat memakan waktu sampai beberapa hari. Contohnya perjalanan ke Gunung Semeru atau Ceremai.

2. Scarmbling

* Pendakian setahap demi setahap pada suatu permukaan yang tidak begitu terjal. Tangan kadang-kadang dipergunakan hanya untuk keseimbangan. Contohnya : pendakian di sekitar puncak Gunung Gede Jalur Cibodas.

3. Climbing

* Dikenal sebagai suatu perjalanan pendek, yang umumnya tidak memakan waktu lebih dari 1 hari,hanya rekreasi ataupun beberapa pendakian gunung yang praktis. Kegiatan pendakian yang membutuhkan penguasaan teknik mendaki dan penguasaan pemakaian peralatan. Bentuk climbing ada 2 Macam. :

a. Rock Climbing

- pendakian pada tebing-tebing batau atau dinding karang. Jenis pendakian ini yang umumnya ada di daerah tropis.

b. Snow and Ice Climbing

- Pendakian pada es dan salju. Pada pendakian ini, peralatan-peralatan khusus sangat diperlukan, seperti ice axe, ice screw, crampton, dll.

Teknik Dasar Rock Climbing

1. Face Climbing

Yaitu memanjat pada permukaan tebing dimana masih terdapat tonjolan atau rongga yang memadai sebagai pijakan kaki maupun pegangan tangan. Para pendaki pemula biasanya mempunytai kecenderungan untuk mempercayakan sebagian berat badannya pada pegangan tangan, dan menempatkan badanya rapat ke tebing. Ini adalah kebiasaan yang salah. Tangan manusia tidak bias digunakan untuk mempertahankan berat badan dibandingkan kaki, sehingga beban yang diberikan pada tangan akan cepat melelahkan untuk mempertahankan keseimbangan badan. Kecenderungan merapatkan berat badan ke tebing dapat mengakibatkan timbulnya momen gaya pada tumpuan kaki. Hal ini memberikan peluang untuk tergelincir.Konsentrasi berat di atas bidang yang sempit (tumpuan kaki) akan memberikan gaya gesekan dan kestabilan yang lebih baik.

2. Friction / Slab Climbing

Teknik ini semata-mata hanya mengandalkan gaya gesekan sebagai gaya penumpu. Ini dilakukan pada permukaan tebing yang tidak terlalu vertical, kekasaran permukaan cukup untuk menghasilkan gaya gesekan. Gaya gesekan terbesar diperoleh dengan membebani bidang gesek dengan bidang normal sebesar mungkin. Sol sepatu yang baik dan pembebanan maksimal diatas kaki akan memberikan gaya gesek yang baik.

3. Fissure Climbing

Teknik ini memanfaatkan celah yang dipergunakan oleh anggota badan yang seolah-olah berfungsi sebagai pasak. Dengan cara demikian, dan beberapa pengembangan, dikenal teknik-teknik berikut.

* Jamming, teknik memanjat dengan memanfaatkan celah yang tidak begitu besar. Jari-jari tangan, kaki, atau tangan dapat dimasukkan/diselipkan pada celah sehingga seolah-olah menyerupai pasak.

* Chimneying, teknik memanjat celah vertical yang cukup lebar (chomney). Badan masuk diantara celah, dan punggung di salah satu sisi tebing. Sebelah kaki menempel pada sisi tebing depan, dan sebelah lagi menempel ke belakang. Kedua tangan diletakkan menempel pula. Kedua tangan membantu mendororng keatas bersamaan dengan kedua kaki yang mendorong dan menahan berat badan.

* Bridging, teknik memanjat pada celah vertical yang cukup besar (gullies). Caranya dengan menggunakan kedua tangan dan kaki sebagai pegangan pada kedua celah tersebut. Posisi badan mengangkang, kaki sebagai tumpuan dibantu oleh tangan yang juga berfungsi sebagai penjaga keseimbangan.

* Lay Back, teknik memanjat pada celah vertical dengan menggunakan tangan dan kaki. Pada teknik ini jari tangan mengait tepi celah tersebut dengan punggung miring sedemikian rupa untuk menenpatkan kedua kaki pada tepi celah yang berlawanan. Tangan menarik kebelakang dan kaki mendorong kedepan dan kemudian bergerak naik ke atas silih berganti.

Pembagian Pendakian Berdasarkan Pemakaian Alat

Free Climbing

Sesuai dengan namanya, pada free climbing alat pengaman yang paling baik adalah diri sendiri. Namun keselamatan diri dapat ditingkatkan dengan adanya keterampilan yang diperoleh dari latihan yang baik dan mengikuti prosedur yang benar. Pada free climbing, peralatan berfungsi hanya sebagai pengaman bila jatuh. Dalam pelaksanaanya ia bergerak sambil memasang, jadi walaupun tanpa alat-alat tersebut ia masih mampu bergerak atau melanjutkan pendakian. Dalam pendakian tipe ini seorang pendaki diamankan oleh belayer.

Free Soloing

Merupakan bagian dari free climbing, tetapi sipendaki benar-benar melakukan dengan segala resiko yang siap dihadapinya sendiri.Dalam pergerakannya ia tidak memerlukan peralatan pengaman. Untuk melakukan free soloing climbing, seorang pendaki harus benar-benar mengetahui segala bentuk rintangan atau pergerakan pada rute yang dilalui. Bahkan kadang-kadang ia harus menghapalkan dahulu segala gerakan, baik itu tumpuan ataupun pegangan, sehingga biasanya orang akan melakukan free soloing climbing bila ia sudah pernah mendaki pada lintasan yang sama. Resiko yang dihadapi pendaki tipe ini sangat fatal sekali, sehingga hanya orang yang mampu dan benar-benar professional yang akan melakukannya.

Atrificial Climbing

Pemanjatan tebing dengan bantuan peralatan tambahan, seperti paku tebing, bor, stirrup, dll. Peralatan tersebut harus digunakan karena dalam pendakian sering sekali dihadapi medan yang kurang atau tidak sama sekali memberikan tumpuan atau peluang gerak yang memadai.

Dalam artificial climbing di bagi atas dua tipe pemajatan yaitu tipe alpine dan tipe himalayan

. – untuk pemanjatan dengan menggunakan tipe alpine pemanjat tebing tidak terhubung dengan base camp.

- untuk pemanjatan dengan tipe himalayan, pada saat pemanjatan pemanjat terhubung dengan base camp.

Komponen Dasar Panjat Tebing

Seperti halnya jenis olah raga lain, Panjat Tebing memerlukan tingkat fisik dan mental yang baik. Satu hal yang mungkin perlu diingat yaitu bahwa dari satu sisi panjat tebing terlihat sebagai satu olah raga yang bersifat mental, karena untuk menyelesaikan satu rute/problem kamu harus membuat strategi penyelesaian masalah (problem solving) dengan kombinasi tehnik yang baik. Disisi lain karena posisi pemanjat yang menggantung dan arah gerak/posisi tubuh yang berlawanan dengan daya gravitasi mereka perlu otot yang enggak lembek, yang ini lebih bersifat fisik.

Saya mengkategorikan komponen dasar ini kedalam dua aspek:

1. Komponen Fisik

2. Komponen Non Fisik

Komponen fisik yaitu:

Kekuatan

Jangan menganggap bahwa kekuatan yang dimaksud disini yaitu sekedar kekuatan tangan. Pemanjat enggak manjat cuma dengan tanggannya mereka pake kaki, pake badan dan yang penting lagi mereka juga pake otak juga. Kekuatan ini cakupannya menyeluruh termasuk kekuatan tangan dan kaki (limp strength) dan kekuatan tubuh (core strength) yaitu perut, dada, punggung dan pinggang.

Daya Tahan

Daya tahan artinya kemampuan kamu untuk memanjat rute yang panjang tanpa terlalu banyak berhenti/ istirahat. Tentunya ini sangat mendominasi para pemanjat multi pitch. Training untuk ini jarang sekali dilakukan pada rute dengan kesulitan tingkat tinggi karena jika demikian maka akan cenderung ke training kekuatan dan bukannya daya tahan. Cukup dimulai dengan rute mudah dan terus dilanjutkan ke rute-rute yang tidak terlalu sulit untuk sekitar 15 menit sampe 45 menit (pemula) tanpa diselingi istirahat.

Kelenturan

Meskipun wanita pada umumnya tidak sekuat pria, biasanya mereka lebih menonjol dalam bidang ini. Kelenturan bisa sangat menentukan apakah seseorang pemanjat dapat menyelesaikan satu rute tertentu atau tidak, karena itu janganlah disepelekan. Selalu lakukan pemanasan kemudian melenturkan tubuh (stretching) sebelum kamu memanjat. Kombinasi kelenturan dan kekuatan akan menjadikan alur gerak (fluidity) si pemanjat tampak indah, mudah (padahal sebetulnya sulit) dan mengesankan.

Komponen non fisik yaitu:

Mental dan Sikap

Yang dua ini harus selalu positif. Keadaan mental kamu akan menjelma menjadi sikap yang mempengaruhi berhasil atau tidaknya suatu pemanjatan. Alasan-alasan seperti aku kayaknya enggak bisa, aku udah cape, rutenya bukan tipeku, rutenya untuk pemanjat yang badannya tinggi/ pendek dll merupakan contoh ketidak siapan mental. Hadapi semua rute/ problem dengan ucapan ” Saya akan coba sebaik mungkin!” Kalo kamu jatoh/ gagal coba lagi dan coba lagi, disinilah proses belajar memanjat tebing menuju kesempurnaan sampai kamu akhirnya berhasil menyelesaikan rute tsb tanpa jatuh.

Tehnik

Tehnik ini jangkauannya umum, bisa termasuk gabungan dari komponen fisik diatas. Namun kalo kita bicara tehnik biasanya enggak secara langsung berhubungan dengan otot karena itu saya kategorikan komponen ini ke non fisik. Tehnik ini didapat dari proses belajar yang enggak sebentar, makanya untuk belajar tehnik dengan cepat dan baik belajarlah langsung dari pemanjat pro yang sudah berpengalaman. Mereka biasanya bisa langsung menunjukan kelemahan dan kekurangan pemanjatan kamu. Kadang untuk belajar tehnik ini kamu harus melakukan gerakan-gerakan yang sama secara terus menerus sampai tubuh kamu hafal betul untuk mengeksekusi gerak tsb (biasa disebut engram: daya ingat tubuh dalam melakukan gerakan/posisi tertentu). Tehnik cakupannya luas termasuk keseimbangan dan perpindahan berat badan, posisi, pernafasan, gerak dinamik dan statik dll.

Gerak, Gaya dan Tehnik memanjat

Bagi pemula yang belum pernah manjat tebing/ dinding sama sekali, akan terasa sangat canggung saat pertama kali manjat. Semua ini normal dan secara psikologis biasa-biasa saja. Saat inilah kamu berpikir tentang apa aja yang diperlukan untuk manjat seperti gimana menggapai satu pegangan, gimana mindahin pijakan kaki, gimana mentransfer berat badan tanpa terayun jatuh dll. Semua pemanjat mengalami hal ini. Seperti halnya ingatan, otot-otot kita juga perlu dilatih untuk mengingat gerakan-gerakan yang diperlukan untuk melakukan aktivitas tertentu. Contohnya saat belajar naik sepeda atau berenang, setelah tubuh hapal akan gerakan tersebut akan sangat mudah kita melakukannya lagi dilain kesempatan. Kemampuan mengingat akan gerak ini disebut engram. Kalo waktu belajar kamu melakukan gerakan yang salah dalam mengeksekusi tehnik tertentu maka untuk kedepannya akan lebih susah lagi untuk memperbaiki tehnik itu karena hapalan gerak yang salah harus di hapus dari otak kita dan kita harus mulai dari awal lagi untuk melatih tehnik tersebut dengan benar. Itulah alasan kenapa latihan tehnik yang benar perlu dilakukan sedini mungkin. Pentingnya belajar teknik itu apa? Soalnya untuk melatih kekuatan perlu waktu yang lama. Sebagian pemanjat punya anggapan bahwa “Tehnik cuma untuk orang yang lemah”. Mereka adalah pemanjat-pemanjat yang latihan siang dan malam untuk meningkatkan kekuatan mereka khususnya otot tangan dan jari-jarinya biar hebat seperti baja dan bisa pull-up satu tangan atau bahkan satu jari. Kalo kita udah sering berlatih tehnik dan manjat secara teratur tanpa disadari kekuatan jari, tangan, otot perut dan daya tahan akan sangat meningkat. Kombinasi dari tehnik yang manjur dan kekuatan yang lumayan bakal bikin pemanjatan keliatan indah, mudah dan membuat penonton kagum. Tehnik dulu, kekuatan bakal nyusul dengan sendirinya.

Buat pemanjat pemula, latihan tehnik sudah harus menjadi fokus untuk menjadi pemanjat yang lebih baik. Kelenturan tubuh menunjang sekali dalam penguasaan tehnik.lakukan pemanasan sebelum memulai pemanjatan dan kemudian kelenturan/ stretching. Dalam melakukan pemanasan bisa pemanasan seperti pada saat kita senam, yang penting otot-otot tubuh menjadi seikit lentur, atau kalo enggak lakukan pemanjatan ke samping kiri atau kenan bolak-balik,(bouldering).

Tehnik Dasar yang Umum di gunakan bagi pemanjat pemula :

1. three point contact,yaitu mempertahankan 3 anggota tubuh menempel di dinding.

2. Usahakan tangan selalu lurus ( jangan membengkokan siku). Waktu meraih pegangan tangan setinggi apapun segera jatuhkan badan kamu dengan menekuk kedua lutut dan meluruskan tangan. Kalo kamu terus2an membengkokan siku waktu manjat dan mencengkram dengan keras dijamin tangan kamu cepet lemes. Dengan tangan lurus sebagian beban tubuh ditunjang oleh otot bahu dan dada jadinya lebih enteng.

3. Manjat dengan kaki dan bukan tangan. Karena kaki lebih kuat maka sering-seringlah mendorong vertikal dengan kaki bukannya menarik vertikal dengan tangan.

Dalam penguasaan tehnik kita juga harus familiar dengan medan tempur. Jenis bebatuan tebing akan sangat menentukan tehnik apa yang kita perlukan agar bisa manjat kepuncak dengan mulus. Tebing dan bebatuanlah yang bakal mendikte kita dan memaksa kita untuk begini dan begitu. Proses inilah yang membuat pemanjat tebing dan seorang pelaku boulder (pemanjat batuan besar) bersahabat dengan alam. Makanya selain kita harus tau nama dari tehnik itu sendiri kita juga harus mengenal nama dari bentuk pegangan/ pijakan yang bakalan dipake.

BEBERAPA JENIS PEGANGAN TANGAN

Secara garis besar pegangan ituada dua macam yaitu pegangan tangan (handholds) dan pegangan jari (fingerholds).

Beberapa contoh pegangan :

1. Kendi atau Ember (Jug/ bucket): Ada yang menyebutnya Thank-God hold (Pegangan yang diberkahi Tuhan) yaitu bagian batuan yang menonjol dan pas banget buat gantungan telapak tangan yang dibengkokan seperti pengkait. Pegangan bentuk ini adalah idaman para pemanjat khususnya para pemula karena enggak bikin cape...

2. Krimper (Crimper): Tonjolan horisontal tipis dimuka tebing yang hanya pas untuk penempatan ujung tepi jari. Tipe pegangan ini menjadi dambaan sebagian pemanjat yang udah latihan bertaun-taun dan selalu berusaha untuk "push their limit"/ mempraktekan kemampuan terbaiknya. Pegangan jenis ini kurang bersahabat dengan anatomy jari pemanjat baru. Kalo terlalu sering bisa bikin tendonitis (inflamasi/bengkak tendon) di jari. Luka tendon jari bisa sakit buanget dan menetap sampe 2 bulan lebih. Hati-hati latihan dengan pegangan yang satu ini.

3. Tepi (Edge): Hampir sama dengan krimper cuma permukaannya lebih luas jadinya lebih gampang untuk dipake ngegantung.

4. Kantong (Pocket): Lubang-lubang di permukaan tebing. Kalo permukaan tebing banyak lobang-lobangnya dari berbagai macam ukuran pasti seru untuk dipanjat.

5. Sloper (Sloper): Satu jenis pegangan yang ditakuti dan sangat menantang yaitu permukaan pegangan tangan yang menonjol halus seperti kurva atau bukit tanpa ada fitur lainnya. Fitur (feature) yaitu lekukan atau benjolan kecil yang ada dimuka tebing.

6. Jepitan (Pinch): Tonjolan, bisa besar atau kecil, dalam posisi vertikal. Kamu harus menjepitnya dengan jempol dan jari lainnya. Pegangan jepit ini perlu kekuatan jari atau tangan yang bagus.

7. Rekahan (Crack): Nama yang menjelaskan dengan sendirinya. Rekahan yaitu belahan di permukaan tebing yang membentang mendatar ataupun vertikal.

Beberapa tehnik tangan yang sangat efektif buat manjat. Diambil dari berbagai sumber, hanya yang paling favorit adalah langsung dari sesama pemanjat karena selain lebih jelas dan bisa langsung dipraktekan biasanya tehnik yang didapat dari rekan pemanjat tidak terdapat di buku manapun. Latih lah tehnik2 dibawah ini sesering mungkin untuk menambah jurus-jurus gerak reflek di kamus engram kamu.

genggaman terbuka (open grip)

gaston/ doube gaston

pelukan tangan (hand wrap)

krimp (crimping)

kantong jari (pocket grip)

gantungan satu jari pada kantong (monodoigt)

jepitan jempol (thumb pinch)

tumpukan jempol untuk krimper (thumb stack)

gapaian lurus (straight on >>>reach up)

tangan kembar (matching)

gapaian menyilang (cross through)

gantungan dari bawah (undercling/undercuts)

tarikan samping (side pull)

cubit dan jepit (pinching: thumb/ finger)

kampus/ manjat tanpa kaki (campus)

kuncian siku (lock off)

tempelan/ dorongan telapak tangan (palming/ push down)

jari ditumpuk (stacked finger)

cengkraman cincin (ring grip)

genggaman vertikal (vertical grip)

pegangan dengan kuku (fingernail cling)

pelukan lengan (forearm wrap)

pelukan jempol (thumb wrap)

pelukan pergelangan tangan (wrist wrap)

pelukan jari kelingking (pinky wrap)

pertukaran/ gantian tangan (switching hands)

jari merayap (finger switch)

sloper

----------

kuncian pasak (jamming) dan (camming)

kuncian tangan (hand jams)

kuncian kepalan tangan (fist jams)

palang tangan (arm bar)

sayap ayam (chicken wing)

tumpukan jari (finger stack)

tumpukan tangan (hand stack)

kuncian kupu-kupu (butterfly jams)

Dalam setiap pemanjatan baik secara artificial maupun sport, kita menggunakan alat-alat yang kita gunakan untuk memperlancar kegiatan kita. Alat-alat yang biasa di gunakan dalam kegiatan panjat tebing adalah sebagai berikut :

A. Alat alat dasar kegiatan panjat tebing :

Helm

helm digunakan untuk mengamankan kepala dari reruntuhan batu, biasanya helm ini di gunakan untuk pemanjatan di tebing alam.
Carabiner

secara garis besar carabiner di bagi atas dua jenis, yaitu carabiner screw dan caraniner non screw. Kalau bentuknya ada beraneka ragam. Carabineri ini di gunakan sebagai pengaman, baik pengaman tubuh maupun pengaman lintasan, dan juga penghubung.

Harness

di gunakan untuk mengamankan tubuh, dan juga sebagai penghubung tubuh dengan tali. Harnest secara garis besardi bagi atas, chest harness ( atau biasa di sebut full body harness ) harness jenis ini biasanya di gunakan untuk vertical rescue dan latihan caving dan sit harness, harness jenis ini yang biasanya di gunakan untuk kegiatan panjat tebing.

Kernmantle

tali pengaman, diambil dari kata jerman kern dan mantle, kern artinnya tali yang terbuat dari serat nilon dan mantle atinya mantel atau pebungkus, jadi kernmantle adalah tali yang di bungkus dengan mantel, secara garis besar kernmantle di bagi atas dua jenis yaitu static dan dinamik, yang membedakan keduanya adalah tingkat kemulurannya, kernmantle static tingkat kemulurannya lebih kecil di bandingkan dengan kernmantle dinamik. Yang biasa di gunakan untuk kegiatan manjat adalah kernmantle jenis dinamik. Untuk ukuran yang biasanya di pakai untuk memanjat adalah yang berukuran 9 sampai 11 milimeter.

Sepatu panjat

sepatu panjat adalah salah satuyang wajib di miliki oleh pemanjat, alat ini di gunakan sebagai pelindung kaki.

Chalk bag

alat ini digunakan sebagai tempat magnesium atau biasa di sebut Mg. Magnesium yaitu bubuk yang di gunakan untuk memberikan rasa kesat pada tangan pada saat memanjat.

Webbing

webbing atau di kenal juga dengan tali tubuh, alat ini merupakan alat yang paling banyak kegunaannya dan merupakan alat yang paling di senangi oleh pemanjat.

Sling

sling merupakan webbing yang sudah di gabungkan dengan menggunakan simpul pita, ada dua jenis sling yaitu sling webbing dan sling prusik (kernmantle dengan diamter dibawah 8mm)

B. jenis-jenis Pengaman tebing

Karena permukaan tebing yang tidak rata di perlukan juga alat pengaman tebing, alat ini biasanya di sebut juga dengan alat pengaan sisip , contohnya :

Stoper

alat ini berbentuk seperti trapesium, di gunakan sebagai pengaman lintasan. Di gunakan di celah tebing yang celahnya menyempit ke bawah seperti huruf V.

Hexentric

seperti namanya alat ini berbentuk segi enam, fungsinya sama dengan stoper, yaitu di gunakan sebagai pengaman lintasan yang di gunakan di celah tebing yang celahnya menyempit ke bawah seperti hurup V.

Tricam

alat ini fungsinya sama dengan stoper. Yaitu untuk mengamankan lintasan. Digunakan untuk celah yang menyempit ke bawah.

Chalker

alat yang di gunakan untuk mengambil stoper atau hexentric kalu susah di cabut dari tebing.

Friend

alat ini memiliki dua kuping, yang masing-masing kupingnya nanti menempel pada tebing, fungsinya sama dengan stoper dan hexentric, yang membedakan alat ini dengan keduanya adalah pada tempat penggunaannya, alat ini di gunakan untuk celah tebing yang berbentuk sejajar atau yang menyempit ke atas.

Piton

piton atau yang biasa di sebut dengan pasak tebing, alat ini di gunakan sebagai alat pengaman yang di tempelkan di tebing,biasanya digunakan pada pemanjatan artificial.

Alat ascender

alat yang biasanya di gunakan untuk naik keatas dengan cara meniti tali, dan alat yang biasa digunakan adalah :

Jumar

alat ini di gunakan untuk melakukan ascending (atau naik keatas).

C. Alat belay (pengaman pemanjat)

Grigri

alat ini di gunakan untuk membelay (mengamankan pemanjat).

Trango

fungsinya sama dengan grigri tapi bentuknya saja yang berbeda.

Figure of Eight

alat ini di gunakan untuk melakukan descending (turun dari atas tebing), tapi penggunaan alat ini sangat terbatas(hanya untuk ketinggian di bawah 50 meter). Alat ini bisa juga di gunakan untuk membelay.

Alat bantu lainnya

selain alat-alat yang di sebutkan di atas diperlukan juga alat-alat tambahan seperti di bawah ini, yang nantiny alat-alat ini dapat membantu kelancaran dalam pemanjatan yang kita lakukan. alat-alat tersebut seperti :

Fifi hook

yaitu alat untuk istirahat pada saat kita berada di lintasan panjat (bisa di gunakan pada saat pemanjatan artificial maupun sport).

Prusik

Bentuknya sama dengan kernmantle tapi meiliki diameter yang lebih kecil antara 2-7 mm.

Quick draw

quick draw atau yang biasa di sebut dengan runner adalah gabungan dua buah carabiner yang di gabung dengan hare loop. Alat ini di gunakan untuk membuat lintasan.

Stair up

stair up atau biasa di sebut dengan tangga tali. Alat ini di gunakan hanya pada saat keadaan tabing sudah tidak ada lagi tempat untuk di panjat. ( pada pemanjatan artificial ), atau untuk membuat lintasan.

Hammer

alat ini di gunakan untuk memukul piton, atau untuk membuat lintasan panjat.

Bor tebing

yaitu alat untuk membuat lintasan (anchore) untuk pengaman.

Hanger

tempat untuk mengaitkan quick draw atau runner pada lintasan panjat.

Tackle bag

alat ini menyerupai tas, tapi terbuat dari bahan yang tidak gampang robek, gunanya untuk menyimpan dan membawa alat-alat panjat.

Baut tebing

adalah alat untuk membuat lintasan jalur, baik sport maupun artificial.

Terlihat bahwa V0 setara dengan 5.9 yang sebetulnya sangat sulit untuk kebanyakan pemula. Itulah sebabnya kenapa Bouldering dianggap memiliki standar kesulitan yang lebih tinggi. Untuk bisa memanjat rute 5.9 seorang pemanjat yang baru harus sering berlatih. Jika kesulitan problem dibawah 5.9 dalam skala Yosemite biasanya untuk problem boulder kita mencap kesulitan tersebut dengan nilai V0- (V zero minus) atau Vi-nol minus. Untuk problem yang gampang banget kadang disebut juga VB (baca: ViBi), singkatan dari Very Beginner (Sangat Pemula). Kamu bisa menyimpulkan untuk menjadi seorang Panjater yang bisa memanjat problem mudah V0 kamu harus rajin training.

Apa itu Spotting?
Spotting yaitu tehnik yang dilakukan oleh sesama panjater (bisa juga penonton atau suporter) untuk menjaga seorang panjater dari kemungkinan injuri atau kecelakaan yang terjadi pada saat dia terjatuh. Orang yang melakukan spotting disebut spotter.

Bagaimana Spotting dilakukan?
Spotter mengangkat kedua tangannya diatas kepala dengan telapak tangan terbukamenghadap punggung si pemanjat dengan tujuan siap menahan/ menghentikan jatuhnya pemanjat . Bagian yang paling utama untuk dijaga yaitu punggung dan kepala agar tidak membentur sesuatu apapun yang dapat mengakibatkan kecelakaan serius. Spotter juga memindahkan kraspad tepat dibawah pemanjat seiring dengan alur lintasan yang sedang dilalui pemanjat. Pada kondisi tertentu kadang spotter harus mendorong pemanjat yang jatuh supaya terpental jauh dari satu rintangan (batu, pohon dll) yang dapat membahayakan.

Apa itu Traverse? (baca: trafers)
Gerak memanjat yang arahnya menyamping/ horisontal. Kebanyakan problem boulder adalah traverse.

Pakaian apa yang harus saya pake waktu bouldering?
Enggak pake pakaian pun boleh (nude bouldering). Pokoknya yang longgar dan nyaman biar enggak membatasi gerak tubuh.

Apa itu Kraspad?
Kraspad atau yang dalam bahasa Inggris disebut Crah Pad yaitu matras yang enggak terlalu empuk yang digunakan untuk melindungi badan/ kaki si panjater saat jatuh atau mendarat.

Apa itu HighBall? (baca: haiball)
High artinya tinggi dan ball/ balls artinya keberanian. Jadi High Balls artinya Keberanian yang tinggi. Dalam istilah bouldering mengacu pada problem-problem yang tinggi yaitu sekitar 4 meter keatas. Kalo mau manjat problem highball kamu harus punya nyali yang gede. Enggak semua panjater berani manjat problem high ball karena resiko kecelakaan dan terluka sangatlah tinggi. Kegiatan manjat problem highball disebut highballing.

Apakah High Balling sama dengan Free Soloing?
Free Soloing yaitu manjat tebing tinggi tanpa tali pengaman, tanpa harness juga tanpa belayer. Bedanya dengan highballing yaitu dalam highballing kalo panjater jatuh dia bakal terluka atau terluka parah. Sedangkan dalam Free Soloing kalo si pemanjat jatuh 99% dia bakal tewas.

Apa itu SDS?
SDS adalah kependekan dari Sit Down Start yaitu awal pemanjatan boulder dengan posisi duduk. Posisi duduk ini adalah posisi paling rendah untuk mengawali suatu problem. Setiap problem yang diciptakan harus diusahakan serendah mungkin yang bakal bikin problem tersebut lebih sulit, menantang dan lebih panjang.

Apa artinya SEND? atau SEND IT?
Send adalah istilah Bouldering yang artinya Pecahkan Masalah/ Problem. Maksudnya yaitu problem boulder yang dipanjat dengan baik tanpa kecurangan dari titik awal sampai finish. Contohnya kalo seorang Panjater bilang "Saya udah send problem ..." artinya dia udah memanjat problem ... dengan jujur dan benar/ tanpa kecurangan. Kata send ini sering digunakan untuk memberi semangat dan motivasi buat panjater yang sedang menyelesaikan sebuah problem dengan teriakan "Ayo, SEND IT!" artinya " Ayo, selesaiin problemnya!"

Apa artinya Crux? (baca: kraks)
Crux adalaha satu bagian/ gerakan yang paling sulit pada suatu problem dimana panjater sering terjatuh saat dia mencapai titik tsb.

Apa artinya Top-out?
Cara atau gerakan terakhir pada saat seorang panjater menjelang di puncak batu untuk menyelesaikan suatu problem Contoh kalimat: "Problem ... top-out-nya susah banget en ngeri, soalnya highball dan pegangannya sloper".

Apa itu flappers?
Berasal dari kata flap yang artinya mengepak, seperti sebuah sayap. Flapper yaitu sebagian kulit luar di tangan yang terkelupas tapi masih menempel pada tangan kamu, mirip seperti sayap yang bisa dikepak-kepakkan. Enggak jarang waktu mempelajari satu masalah boulder dan terus-terusan manjat satu problem tsb kulit tangan kamu bakal terkelupas. Selamat datang di gelanggang bouldering! Kulit terkelupas hasil bouldering adalah kebanggaan, tapi perihnya enggak ketulungaaan.

Apa itu beta?
Pengetahuan akan urutan-urutan gerak atau gerakan2 tertentu dari awal sampe akhir yang harus dilakukan untuk memecahkan satu problem. Kebanyakan problem bisa diselesaikan dengan berbagai cara yang berbeda namun ada beberapa problem boulder yang sangat tergantung pada satu gerakan tertentu yang menjadi satu2nya kunci sukses untuk menyelesaikan problem yang bersangkutan. Panjater yang mentok dan nyerah kadang minta beta dari panjater yang lain yang udah bisa nyelesaiin problem tsb.

Apa artinya dyno?
Dyno adalah salah satu tehnik yang sangat populer dikalangan panjater, yaitu kelincahan dalam menggapai pegangan tangan berikutnya yang cukup tinggi/ jauh dengan cara meloncat. Kadang diperlukan ayunan tubuh untuk mendapatkan momentum maksimal yang bakal menghasilkan loncatan yang lebih tinggi.

0 komentar:

Posting Komentar